PAMARICAN, CIAMIS – Kualitas makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya ditemukan sayuran yang diduga sudah tidak layak konsumsi, pihak sekolah kembali menemukan menu daging ayam yang berbau tak sedap hingga diduga busuk pada Rabu (2/9/2026).
Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya orang tua siswa, mengingat makanan dalam program MBG dikonsumsi oleh para pelajar. Kondisi makanan yang berbau tidak sedap hingga diduga busuk tentu menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian dan penanganan segera.
Persoalan tersebut menambah daftar perhatian terhadap pelaksanaan MBG di Pamarican. Masyarakat berharap kualitas, keamanan, kebersihan, serta kelayakan makanan yang dibagikan kepada siswa benar-benar menjadi prioritas utama dalam setiap proses penyediaan dan distribusi makanan.
Selain persoalan kualitas makanan, pengelolaan limbah dari dapur MBG juga turut menjadi perhatian. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Kabupaten Ciamis bersama tim dari DPRKPLH dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis melakukan pemeriksaan langsung ke Dapur MBG Katineung, Kecamatan Pamarican.
Pemeriksaan dilakukan setelah muncul informasi mengenai dugaan pembuangan limbah dapur ke saluran drainase. Dalam pemeriksaan teknis tersebut, pengelola dapur diminta melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah, salah satunya dengan menambahkan grease trap atau perangkap lemak pada setiap bak pencucian, mulai dari bak pencucian ompreng, peralatan makan, hingga bahan makanan.
Grease trap tersebut juga diminta dilengkapi dengan instalasi pelindung yang mudah dibuka dan ditutup sehingga proses pemeriksaan dan pengawasan harian dapat dilakukan secara optimal.
Rangkaian temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan bagi siswa, tetapi juga harus menjamin keamanan pangan, kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengelolaan limbah.
Masyarakat, khususnya para orang tua siswa, berharap pengawasan terhadap pelaksanaan MBG diperketat. Setiap makanan yang diberikan kepada anak-anak harus dipastikan segar, bersih, aman, bergizi, dan layak dikonsumsi.
Temuan makanan yang berbau tak sedap hingga diduga busuk tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena menyangkut kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat program. Evaluasi dan pengawasan berkelanjutan diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.